Rp 85.000

Beli

Cihampelas adalah salah satu tempat wisata di Bandung yang sangat favorit bagi pelancong. Khususnya untuk dapat menemukan berbagai jenis pakaian dengan bahan dasar jeans. Tidak salah daerah ini pun telah disebut dengan jeans street. Selain mendagangkan berbagai pakaian dengan berbagai model, uniknya jika berbelanja di sini, anda akan ditemani oleh tokoh-tokoh kartun atau komik seperti Spideman, Superman, Hulk, Aladin dan lain lain dalam ukuran raksasa. Karena bangunan FO (Factory Outlet) telah dilengkapi dengan relief tokoh tokoh kartun tersebut. Selain terkenal dengan sentra penjualan pakaian berbahan dasar Jeans, Cihampelas Bandung pun juga di kenal sebagai sentra oleh oleh Bandung.

Setiap libur panjang atau libur akhir pekan, tidak aneh jalan satu arah yang telah muat dua mobil secara paralel ini macet. Meskipun demikian tetap saja daerah ini juga banyak dikunjungi oleh para pelancong. Banyak pelancong yang datang ke Cihampelas bukan lagi bermaksud untuk memburu busana berbahan jins yang kualitasnya bagus dan harga terjangkau, melainkan memburu beragam pakaian jadi sisa ekspor yang ada di sejumlah factory outlet di sana.

Busana jins yang telah ditawarkan di Cihampelas Jeans street ini sangat beragam. Selain bervariasi dan kualitasnya bagus, harganya pun juga sangat terjangkau. Dekorasi yang dipajang setiap toko pun juga sangat beragam dan indah dipandang. Bahkan di antaranya ada dekorasi toko yang sengaja memasang tokoh-tokoh kartun jagoan dunia seperti Superman dan Spiderman. Pemasangan tokoh-tokoh itu tiada lain sebagai daya tarik bagi para pengunjung. Dan menambanh keunikan sendiri.

Masih di Cihampelas, pelancong pun juga dapat menikmati keindahan Cihampelas di Cihampelas Walk , dengan menginap di salah satu hotel yang ada di Cihampelas, toko aksesoris, dan menikmati makanan yang ada d sini. Untuk bisa mendapatkan makanan buat ole-oleh pelancong bisa mendapatkan bronis peuyeum, selain rasa yang original, peuyeum juga dapat di kombinasi makan yang modern seperti keju bisa di dapat di Jl. Kihiur no. 44, Bandung (belakang SD Priangan - Jl. Cilaki bawah) atau Putri Snack (Jl. Cihampelas), Sam's Strawberry Corner - Dago, Karya Umbi - Cihampelas, dan S-28 .

TEMPAT WISATA CIHAMPELAS
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »